9 Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia.
10 Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan melalui Dia, tetapi dunia tidak mengenal-Nya.
11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang milik-Nya itu tidak menerima-Nya.
12 Namun semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya hak supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya.
13 Mereka yang dilahirkan bukan dari darah atau dari Hasrat manusia, bukan pula oleh Hasrat seorang laki-laki, melainkan dari Allah.
14 Firman itu telah menjadi manusia, dan tinggal diantara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh anugerah dan kebenaran.
Pendahuluan:
Waktu kita membaca kisah Natal dalam Alkitab, maka menarik kisan Natal versi Yohanes. Ia menguraikan kisah natal dalam empat belas ayat, secara berbeda dari Matius, Markus, Lukas. Yohanes menceritakan Natal tanpa Yusuf, tanpa Maria, tanpa Betlehem, tanpa palungan, tanpa kandang, tanpa gembala, tanpa orang majus, tanpa bintang, tanpa malaikat, dan tanpa bayi. Tetapi ini bukanlah kisah yang kurang lengkap. Dan jika Anda berpikir Anda tidak dapat menceritakan kisah itu tanpa fitur-fitur tersebut, Anda salah karena itulah yang dilakukan Yohanes di sini.
Yohanes langsung masuk pada titik inti cerita dari kisah natal, bahwa Allah yang kekal, yang tak terbatas, transenden, mahatahu, mahakuasa, mahahadir, tak berubah selamanya, Allah alam semesta yang kekal menjadi manusia. Ia Sang “Firman menjadi daging.” Allah menjadi manusia. Yang tak terbatas menjadi terbatas. Yang kekal memasuki waktu. Yang tak terlihat menjadi terlihat. Sang Pencipta datang ke dunia ciptaan-Nya bahkan datang untuk menyelamatkan manusia yang berdosa.
Inkarnasi adalah peristiwa penting, yaitu ketika Allah mengambil wujud penuh kemanusiaan sambil tetap sepenuhnya sebagai Allah. Dua kodrat, tidak bercampur, menyatu dalam kesatuan yang tak terpisahkan dalam satu pribadi, Tuhan Yesus Kristus. Allah yang kekal menjadi manusia. Allah berbicara dalam daging manusia sebagai manusia. Sepenuhnya manusia dan sepenuhnya Allah.
Dalam Kolose 2:9, Paulus berkata, “Di dalam Dia berdiamlah seluruh kepenuhan keilahian dalam rupa manusia.” Tidak ada pengurangan keilahian-Nya, Dia sepenuhnya Allah dan sepenuhnya manusia, dan Dia tinggal di antara kita agar kita dapat mengetahuinya. Yohanes ingin kita tahu bahwa itulah makna Natal, Allah yang sepenuhnya Allah, menjadi manusia, sepenuhnya manusia, dan tinggal di antara kita untuk menyatakan siapa Dia. Dia berbicara dengan cara yang belum pernah Dia lakukan sebelumnya. Gambaran Allah yang paling jelas adalah inkarnasi Kristus. Yesus adalah Firman yang menjadi daging.
Konteks Bacaan kita adalah
Dalam ayat-ayat sebelumnya, Yohanes menggambarkan Yesus sebagai Logos (Firman), pencipta segala sesuatu, dan “Terang” dunia. Ayat 11 menandai transisi dari hubungan umum Yesus dengan dunia menuju kedatangan-Nya yang spesifik di tengah-tengah umat-Nya. Firman yang tadinya bersama-sama dengan Allah dan yang adalah Allah, yang telah menciptakan segala sesuatu, Ia turun ke dalam dunia menjadi manusia dan tinggal di antara kita.
Mengapa Yesus tinggal diantara kita sebagai Manusia? Karena Yesus datang kepada Milik kepunyaan-Nya. Siapakah milik kepunyaan-Nya itu? Milik kepunyaan-Nya adalah manusia ciptaan-Nya. “Milik kepunyaan-Nya” dalam bahasa Yunani merujuk pada rumah atau milik pribadi-Nya, milik-Nya sendiri. Yesus datang kepada miliknya sendiri. Seperti Yesus berdiri di depan pintu dan mengetuk, Ia datang kepada mereka yang menjadi milik-Nya. Yesus berdiri di depan pintu, sering digunakan sebagai metafora bagi Yesus yang menawarkan diri kepada umat-Nya, namun sering kali tidak ada gagang pintu di luar, melambangkan bahwa pintu hati harus dibuka dari dalam oleh mereka yang dipanggil-Nya.
Miliknya, ini menyiratkan orang Israel dan penerima warisan perjanjian. Umat-Nya atau orang-orang-Nya—bangsa Yahudi (Israel) yang telah lama menantikan kedatangan Mesias. Apakah mereka menyambut kehadiran-Nya dan bersukacita?
Yesus datang kepada milik kepunyaan-Nya, yang adalah ciptaan-Nya Sendiri.
Dunia secara fisik dan dunia secara rohani diciptakan oleh Yesus. Alkitab jelas berkata bahwa Ia menciptakan dunia ini. Baik dunia penciptaan berupa materi. Itulah kesaksian Yohanes. Ayat 3, “Segala sesuatu dijadikan melalui Dia.” Segala sesuatu yang ada karena Ia menciptakannya,” dan kemudian lagi di ayat 10, “dunia dijadikan melalui Dia.” Dan maupun dunia penciptaan, secara rohani, diciptakan oleh Dia, ayat 12 dan 13.
Tetapi semua orang yang menerima Dia, kepada mereka Dia memberi hak untuk menjadi anak-anak Allah, yaitu kepada mereka yang percaya kepada nama-Nya, yang lahir bukan dari darah, bukan dari kehendak daging, bukan dari kehendak manusia, melainkan dari Allah.” Apakah Anda memperhatikan beberapa istilah yang sangat penting? “Menjadi anak dan dilahirkan,” itu adalah proses kreatif.” Bukan hanya Firman, Tuhan Yesus, Pencipta alam semesta materi, tetapi Dia juga Pencipta keluarga-Nya sendiri melalui penciptaan rohani.
Dialah yang menciptakan dunia materi dan Dialah yang menciptakan keluarga rohani-Nya sendiri, “Barangsiapa menerima Dia, kepada mereka Dia memberi hak untuk menjadi anak-anak Allah.” Bagaimana hal itu terjadi? “Mereka dilahirkan dari Allah.” Bukan dengan cara manusiawi, bukan dengan darah, yang berarti kemanusiaan, kehendak daging, kehendak manusia, itu tidak mungkin terjadi. Ini adalah ciptaan rohani. Inilah arti dilahirkan dari atas. Tetapi oleh Allah hal ini dilakukan.
Dengan demikian, Firman bukanlah hanya Pencipta alam materi, tetapi juga alam spiritual. Kita menjadi ciptaan-Nya, ciptaan-Nya yang baru, diciptakan di dalam Kristus Yesus untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang baik dan memuliakan Allah Bapa di surga.
Yesus datang kepada milik kepunyaan-Nya, yang berdosa.
Sejak kejatuhan manusia ke dalam dosa, tidak ada manusia yang benar, dosa menjalar kepada semua orang, kehidupan manusia menjadi gelap, kacau, cemar, penuh dosa dan terpisah dari Allah sehingga Yesus sebagai Sang Terang datang ke dalam dunia ini. Untuk menerangi dunia dan menyelamatkan orang berdosa. Meskipun manusia berdosa namun Allah penuh kasih. Ia mengutus Yesus Kristus ke dalam dunia untuk menyelamatkan “milik kepunyaan-Nya.” Yoh 3:16.
Firman ALLAH membagi seluruh umat manusia menjadi dua bagian. Ada keturunan ular, dan keturunan perempuan—anak-anak Allah, dan anak-anak iblis—mereka yang secara kodrat masih tetap seperti keadaan mereka semula, dan mereka yang telah dilahirkan kembali kepada suatu pengharapan yang hidup oleh Kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati.” – C.H. Spurgeon.
Apa yang membedakan kepunyaan Allah dan bukan kepunyaan Allah? Mereka yang adalah kepunyaan Allah; sebagai keturunan perempuan-anak-anak Allah, yang dilahirkan Kembali kepada suatu pengharapan yang hidup oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati. Meskipun mereka bisa berdosa tetapi mereka tidak terus menerus menghidupi dosa – mau tetapi bertobat dan hidup dalam kebenaran.
Sedangkan mereka yang bukan kepunyaan Allah adalah keturunan ular-anak-anak iblis-mereka yang secara kodrat masih tetap seperti keadaan mereka yang semula – hidup dalam dosa dan menolak untuk hidup dalam kebenaran. Natal harus mengubah hidup kita menjadi pribadi yang baru. Bukan terus-menerus dalam kehidupan yang lama. Kita harus bertobat dari dosa-dosa kita dan hidup sepenuhnya bagi Tuhan.
Yesus datang kepada milik kepunyaan-Nya, yang Menolak Dia.
Siapakah milik Allah? Israel, milik-Nya sendiri, “umat-Ku,” sebagaimana Ia menyebut mereka berulang kali dalam Perjanjian Lama, kepada umat-Nya sendiri, orang Yahudi, dan mereka yang menjadi milik-Nya sendiri tidak menerima Dia – mereka menolak Dia. Kisah yang menakjubkan, bukan? Sang Pencipta segala sesuatu yang tidak diciptakan datang ke dalam ciptaan-Nya, kehidupan datang ke dunia dan menerangi dunia, dan dunia tidak mengenal Dia. Dan umat-Nya sendiri, yang telah menerima semua nubuat yang mengatakan bahwa Ia akan datang, tidak menerima Dia. Mereka membunuh Dia, bersama dengan bangsa-bangsa, orang Romawi. Dan itulah kenyataan menyedihkan dari dosa.
Sang Pencipta datang ke ciptaan-Nya sendiri, dan sang Mesias datang kepada orang-orang yang telah diberikan nubuatan untuk mengenali-Nya, namun mereka justru menolak-Nya. Banyak orang Israel dan penduduk dunia tidak mengenali atau menolak Yesus sebagai Mesias dan Juruselamat yang dijanjikan, meskipun Dia adalah Terang dunia.
Yesus datang ke dunia yang berdosa, di mana Dia seharusnya diterima sebagai Raja dan Penebus, namun sebagian besar menolak-Nya. Namun, bagi setiap orang berdosa yang mau percaya dan menerima-Nya, Dia memberikan karunia menjadi anak-anak Allah dan hidup kekal, mengalahkan hukuman dosa melalui pengorbanan-Nya di kayu salib.
Yesus pernah ditolak di Nazaret, ketika Yesus sedang mengajar di sinagoge di kampung halaman-Nya sendiri, ditolak oleh orang-orang yang merasa paling mengenal-Nya secara jasmani. Siapa orang tuanya dan apa pekerjaannya.
Yesus pernah ditolak oleh Para Pemimpin Agama: mereka saat itu menolak untuk mengakui identitas-Nya sebagai Tuhan meskipun berbagai tanda dan mujizat Ia lakukan dan pengajaran-Nya penuh hikmat, mereka tetap tidak mau menerima Dia.
Yesus ditolak oleh orang-orang yang tidak mau percaya dan mengakui-Nya sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi. Ketika manusia menolak Dia, Dia tidak pernah rugi. Dia tetap mulia sebagai Anak Tunggal Allah. Dia tetap penuh anugerah dan kebenaran. Manusia yang menolak Dialah yang rugi sebab mereka akan binasa. Tetapi siapa yang percaya kepada-Nya diselamatkan.
Yesus datang kepada milik kepunyaan-Nya, yang Menerima Dia.
Dan Yesus datang kepada mereka yang mau menerima Dia. Bukan karena kekuatan mereka untuk menerima Dia, tetapi karena pekerjaan Roh Kudus yang memampukan mereka untuk percaya kepada-Nya. Dan Allahlah yang melahir barukan mereka menjadi anak-anak-Nya secara rohani.
Menerima Dia berarti percaya dalam nama-Nya. Apa maksudnya, percaya kepada nama-Nya? Nama-Nya, bukan hanya percaya nama-Nya adalah Yesus tetapi adalah siapa Dia. Semua yang Dia miliki. Percaya pada kepenuhan pribadi-Nya. Apakah Anda percaya kepada Kristus yang dinyatakan di sini dalam Kitab Suci? Apakah Anda percaya kepada-Nya sebagai Penebus Anda, satu-satunya harapan keselamatan Anda, Tuhan Anda, dan Allah Anda?
Siapakah Kristus? Yesus adalah Allah. Kepada yesus diberikan gelar-gelar yang hanya milik Allah, yaitu Hakim yang kekal, Yang Kudus, Yang Pertama dan Yang Terakhir, Tuhan Sabat, Juruselamat, Allah Yang Mahakuasa, Tuhan segala Tuhan, Alfa dan Omega, Tuhan kemuliaan, Penebus. Dia memiliki sifat-sifat yang tak terkomunikasikan; yaitu, sifat-sifat pribadi Allah yang tidak dapat diwariskan kepada kita, seperti fakta bahwa Dia kekal, mahahadir, mahatahu, mahakuasa, tak berubah, berdaulat, dan penuh kemuliaan. Dan semua hal itu juga dikatakan tentang Kristus.
Kemudian Yesus melakukan pekerjaan yang hanya dapat dilakukan oleh Allah, membangkitkan orang mati, mengalahkan kerajaan kegelapan, dan mengampuni dosa. Yesus juga menerima penyembahan. Kita melihat hal itu di sepanjang kisah Perjanjian Baru, dari Injil hingga kitab Wahyu. Malaikat-malaikat menolak untuk disembah dalam Wahyu 22. Manusia menolak untuk disembah dalam Kisah Para Rasul 10. Dan Yesus menerima penyembahan, bukti bahwa Dia adalah Allah.
Yesus juga menerima dan menjawab doa, sesuatu yang hanya dapat dilakukan oleh Tuhan. Bahkan Yesus berkata bahwa “Dialah Jalan, kebenaran dan hidup, tidak ada seorang pun yang dapat datang kepada Bapa kalau tidak melalui Dia.” Dia mengaku sebagai Allah. Dia berkata, “Aku dan Bapa adalah satu. Jika kamu telah melihat Aku, kamu telah melihat Bapa.” Ada pernyataan langsung tentang Dia bahwa Dia adalah Allah. Tomas berkata kepada-Nya, “Tuhanku dan Allahku.”
Jadi ada tiga tanda bahwa seseorang sungguh-sungguh menjadi milik kepunyaan Allah, yaitu:
- Mereka menerima Dia
Orang-orang kepunyaan Allah, pada waktunya, cepat atau lambat mereka akan dihimpun oleh Tuhan ke dalam persekutuan dengan-Nya. Mereka akan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Mereka akan bertobat dan menjadi ciptaan yang baru. Yesus memang datang ke dunia ini untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.
Yesus berkata dalam Yohanes 10:27-29 “Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku, dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku,dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku. Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar dari pada siapapun, dan seorangpun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa.
Dan Yesus juga berkata, “Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku.” Wahyu 3:20.
Jadi kita dapat menerima Dia, bukan karena keputusan hebat kita, perbuatan-perbuatan kita dan usaha kita untuk menjangkau Allah dan menyenangkan Allah tetapi semua karena pekerjaan kekal, yang Allah Tritunggal kerjakan bagi kita.
“Kita tahu bahwa Dia turut bekerja dalam segala sesuatu demi kebaikan orang-orang yang mengasihi Allah, yaitu mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana-Nya. Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukannya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambar Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung diantara banyak saudara. Mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga yang dipanggil-Nya. Mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya. Roma 28-30
- Diberi-Nya kuasa atau hak
Setiap orang kepunyaan Allah, kepada mereka diberikan suatu hak istimewa sebagai anak-anak Allah. Kepemilikan mereka sebagai anak-anak Allah adalah pengakuan yang sah dari Allah. Hak itu tidak bisa dibatalkan oleh siapa pun, baik oleh manusia apalagi oleh kuasa setan. Hak itu bukan datang dari keberhasilan seseorang tetapi karena Allah yang memberikannya di dalam Yesus Kristus.
Sama seperti seorang yang meng-adopsi anak, maka anak itu berhak bukan karena kehebatan dia tetapi karena orang tua yang mengangkat itulah yang memberikan kepadanya hak sebagai anak mereka. Hak tersebut bukan mudah-mudahan tetapi pasti dimilikinya. Dan ini sekaligus memberikan jaminan yang kekal kepada mereka yang menerima Dia.
- Menjadi anak-anak Allah
Setiap orang yang menjadi milik kepunyaan Allah kepada mereka diberikan status rohani, yaitu menjadi anak-anak Allah. Allah adalah Bapa kita. Dan Kristus sebagai Juruselamat kita, menyatakan kasih Allah kepada kita. Setiap anak-anak Allah, harus menyatakan sikap yang sesuai dengan sebutan yang mereka miliki. Maka kta harus menjadi hidup serupa dengan Kristus. Yang rendah hati, penuh kasih, taat sampai mati dan memuliakan Allah melalui kehidupan kita. Anak-anak Allah harus hidup mencerminkan tentang siapakah Allah itu. Amin
Pengkhotbah: Pdt. Nikodemus Rindin



