Pernahkah saudara menerima suatu kado Natal yang sangat istimewa? Sejatinya apa pun kado yang kita terima dari manusia, maka ada satu kado yang sangat istimewa yang Allah berikan kepada kita, yaitu Yesus Kristus. Dia dikirim Allah dengan sengaja ke dalam dunia untuk Anda dan saya. Yang menerik, kehadirannya penuh dengan paradoks.

Paradoks artinya sesuatu pernyataan yang tampaknya saling bertentangan atau berlawanan tetapi sesungguhnya keduanya sama-sama mengandung arti atau makna yang sangat penting.

Natal artinya “hari lahir” (dari bahasa Latin “Dies Natalis”) dan merupakan hari raya umat Kristen untuk memperingati hari kelahiran Yesus Kristus, Sang Juru Selamat, jatuh pada 25 Desember (bukan hari mualaf ya), Natal punya makna yang jelas, yaitu melambangkan kasih Allah kepada dunia, bahwaadanya harapan baru, kedamaian, dan pembaruan iman, serta adanya tradisi saling memberi hadiah dan berbagi kasih kepada sesama.

Kalau kita berbicara tentang paradoks Natal artinya ada sesuatu yang kelihatannya saling bertentangan/berlawanan dalam Natal tetapi kedua-duanya memiliki makna-kebenaran yang sangat penting.

Paradoks yang pertama, Allah menjadi Manusia.

Tentu sulit dimengerti kenapa Allah mau menjadi Manusia. Banyak hal yang misteri dan mustahil buat kita. Tetapi tidak ada yang misteri dan mustahil bagi Allah.

Kita manusia berpikir, bagaimana mungkin Allah menjadi manusia? Seorang anak dilahirkan yang adalah Allah Yang Mahakuasa? Tetapi disitulah paradoksnya. Bagaimana mungkin ada seorang Anak berada dalam waktu, yang merupakan Bapa Kekekalan? Paradoksnya jelas. Ada seorang anak; Dia manusia; Dia Allah.

Seorang wanita akan melahirkan seorang putra Allah? Mungkinkah itu terjadi? Jika Kitab Suci benar, seharusnya memang demikian.“Kita tidak dapat mengerti bagaimana Kristus bisa adalah Allah dan sekaligus Anak Allah (Manusia).” Kita Jangan khawatir. Kita tidak perlu memaksakan diri untuk mengerti secara sempurna tentang itu, tetapi kita selalu dapat percaya bahwa yang dikatakan Alkitab yang adalah firman Allah adalah benar.

Alkitab berkata jelas berkata, Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel.” Yesaya 7:14

Allah sendiri yang memberikan pertanda supranatural, yaitu seorang perawan akan mengandung seorang anak laki-laki tanpa benih dari seorang ayah (laki-laki). Septuaginta perempuan “Almah” artinya Wanita muda, seorang perawan, tidak pernah melakukan hubungan sebagaimana hubungan suami istri. Dan anak laki-laki itu, bukan anak biasa, Ia akan disebut Imanuel – El artinya “Tuhan” dan Imanuel “Tuhan berserta kita”.

Perhatikan paradoks-nya, bahwa Maria akan melahirkan seorang anak laki-laki yang adalah Tuhan. Seorang anak yang lahir dari seorang Wanita, anak itu adalah Tuhan?

Yesaya 9:6 : “Karena bagi kita seorang anak telah lahir, bagi kita seorang putra telah diberikan. Lambang Pemerintahan akan berada di atas bahu-Nya. Nama-Nya akan disebut Penasihat Ajaib, Allah Perkasa, Bapa Kekal, Pangeran Damai.”

Bagaimana mungkin seorang anak dilahirkan yang adalah Allah Yang Mahakuasa? Di situlah paradoksnya.

Kita lihat dalam Lukas 1:30-35

Malaikat itu berkata kepadanya: ‘Jangan takut, Maria, sebab engkau mendapat kasih karunia Allah. Sesungguhnya engkau akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan engkau akan menamai Dia Yesus. Ia akan menjadi besar, dan akan disebut Anak Allah.’ Tidak ada yang lebih tinggi dari Dia. ‘Tuhan Allah akan memberikan kepada-Nya takhta bapak-Nya Daud, dan Ia akan memerintah atas keturunan Yakub selama-lamanya, dan kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan.”

Dan Maria mengalami masalah dalam memahami apa yang dikatakan.

“Lalu Maria berkata kepada malaikat itu, ‘Bagaimana mungkin hal ini terjadi, karena aku belum pernah bersetubuh dengan seorang laki-laki? bagaimana mungkin aku dapat mengandung?’ Malaikat itu menjawab dan berkata kepadanya, ‘Roh Kudus akan turun atasmu, kuasa Yang Mahatinggi akan menaungimu; karena itu juga Anak yang akan lahir darimu itu akan disebut Anak Allah.”

Nah, lihatlah paradoknya:

“Maria, akan melahirkan seorang bayi, tetapi itu bukan bayi biasa, melainkan bayi yang kudus.” Apakah ada bayi yang pernah lahir ke dunia yang kudus? Tidak. Ini tidak biasa. Dan Putra Allah. Putra bukan dalam arti keturunan; putra dalam arti pengabdian yang menjelma menjadi manusia. Dia adalah Allah; Dia adalah manusia.

Disinilah paradoksnya: Dia adalah Allah, Dia adalah manusia.

Kejadian 3:15 , Mesias akan menjadi keturunan perempuan.

Daniel 7:13 , Ia akan menjadi Anak Manusia.

Mazmur 2:7 , Ia akan menjadi Anak Allah.

Kejadian 22:18 , Ia keturunan Abraham.

Adapun kepada Abraham diucapkan segala janji itu dan kepada keturunannya. Tidak dikatakan “kepada keturunan-keturunannya” seolah-olah dimaksud banyak orang, tetapi hanya satu orang: “dan kepada keturunanmu”, yaitu Kristus. Gal 3:16

Allah sengaja melakukan itu agar tidak mungkin ada tiruan.

Paradoks yang kedua, Tempat Asal Mesias di lahirkan.

Matius 2:1 menyebut bahwa , “Ketika Yesus lahir di Betlehem, Yudea, pada zaman Raja Herodes, lihatlah, datanglah orang-orang bijak dari timur.” Dan mengapa mereka datang? Ayat 5, “Karena mereka berkata di Betlehem, Yudea: ‘Demikianlah tertulis oleh nabi: “Betlehem, di tanah Yehuda, adalah yang terkecil di antara para penguasa Yehuda; sebab dari engkau akan keluar seorang Penguasa yang akan memerintah umat-Ku, Israel.” Ia lahir di Betlehem, karena itulah yang dikatakan para nabi.

Ketika Yesus lahir, Ia lahir di kota kecil yang Namanya Betlehem. Kota yang tanpa cahaya, tetapi dari sana terang Allah datang dan bersinar.

Yesus – Mesias yang adalah Allah dari surga datang ke dalam dunia, Ia tidak memilih kota yang besar, istana megah dan orang tua raja atau yang kaya raya. Ia memilih orang tua yang sederhana seperti Yusuf Maria, memilih palungan (kandang domba). Dibungkus dengan kain lampin. Diterangi oleh cahaya bintang dan kunjungan para gembala serta puji-pujian para malaikat.

Natal pertama adalah Natal yang sederhana: sebuah palungan, sebuah kandang. Natal kita adalah pertunjukan kekayaan yang luar biasa, di mana jutaan orang menghabiskan uang untuk perayaan natal. Dahulu orang-orang bijak datang untuk menyembah Yesus, dan hari ini orang-orang bodoh mengadakan pesta-pora dan melakukan berbagai kejahatan, mengabaikan Kristus yang datang bagi mereka.

Bayi Betlehem lahir sebagai Juruselamat untuk memberi manusia semua yang mereka butuhkan. Sekarang ini orang merayakan natal berlomba-lomba ingin menyajikan acara natal yang mewah dan wah, lupa dengan kesederhanaan. Sibuk masak ini dan itu. Hias ini dan itu. Acara ini dan acara itu. Perayaan-perayaan yang cenderung sibuk aktualisasi diri dan self sentris bukan lagi berfokus pada penyembahan kepada Tuhan.  Hati-hati jangan sampai kita terjembak dalam perayaan tanpa melakukan perenungan.

Paradoks yang ketiga, Dampak kehadiran-Nya.  Ia akan menjadi tempat kudus. Atau menjadi batu sandungan dan batu penghalang.

Yesaya menyebut bahwa:

Yesaya 8:14, “Ia akan menjadi tempat kudus. Tetapi juga akan menjadi batu sandungan, batu penghalang bagi kedua kaum Israel, perangkap dan jerat bagi penduduk Yerusalem.”

Yesaya 28:16, “Lihatlah, Aku meletakkan di Sion suatu dasar, suatu batu, suatu batu yang telah teruji, suatu batu penjuru yang berharga, suatu dasar yang kokoh.”

Perjanjian Lama menggambarkan Mesias yang akan datang sebagai sebuah batu. Lupakan selalu menggambarkan Natal tentang kelahiran seorang bayi. Kita harus melihat jauh tentang apa yang dilakukan seorang bayi itu kedepannya.

Yesus adalah batu penjuru, batu berharga, Dialah dasar yang kokoh yang dibutuhkan oleh orang-orang berdosa yang mau bertobat dan percaya.

1 Petrus 2:6, berkata “Karena itu tertulis dalam Kitab Suci: Aku menaruh di Sion sebuah batu penjuru yang utama, yang terpilih dan yang berharga. Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dipermalukan. Karena itu, bagi kamu yang percaya, Ia berharga; bagi mereka yang tidak taat, batu yang ditolak oleh para pembangun, itulah batu penjuru; dan batu sandungan dan batu penghalang bagi mereka yang tersandung pada firman, karena mereka tidak taat, yang kepadanya mereka ditetapkan.”

Jadi Yesus Kristus adalah batu  berharga bagi siapa? – “bagi mereka yang percaya.  Natal berharga bagi siapa? Bagi mereka yang percaya Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya.

Jadi, Natal bukanlah saat yang tepat untuk bermain-main. Kelahiran Kristus adalah peristiwa sangat penting, paling mulia di dunia yang terkutuk karena dosa mendatangkan maut. Anda tidak boleh mempermainkan kelahiran Kristus. Anda dapat merayakannya dengan sukacita hanya jika Anda percaya kepada-Nya.

Yesus adalah batu yang sangat berharga, yang Allah sediakan bagi kita. Bila kita menganggapNya tidak berharga maka Kristus adalah batu sandungan. Dia adalah batu penghalang.  Bila kita tidak percaya kepada-Nya pasti kita binasa. Maka jangan kita menghancurkan diri kita sendiri, buat apa kita binasa? Kenapa harus biasa, kalau ada Sang Juruselamat mengulurkan tangan-Nya.

Apakah arti Kristus bagi Anda di Natal ini? Apakah Dia berharga? Apakah Dia batu penjuru tempat Anda membangun hidup Anda? Apakah Dia fondasi yang kokoh bagi hidup Anda? Atau apakah Dia batu sandungan, batu penghalang Anda? Jangan biarkan Setan membujuk Anda. Tidak ada yang lebih berharga dari Yesus yang dapat menyelamatkan kita dan memberikan kemenangan kepada kita. Amin.

Pengkhotbah: Pdt. Nikodemus Rindin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *