Bertandinglah dalam pertandingan iman yang benar dan rebutlah hidup yang kekal. Untuk itulah engkau telah dipanggil dan telah engkau ikrarkan ikrar yang benar di depan banyak saksi. 1 Timotius 6:12.
Kita tahu bahwa keselamatan adalah anugerah Allah semata. Namun dalam bagian ini mengapa seolah-olah kita harus bertanding dalam iman dan merebut hidup yang kekal? Bukankah keselamatan kita telah final dalam karya Kristus? Dalam hal inilah kita mengerti bahwa kekristenan yang sejati adalah kekristenan yang bertanding, berjuang dan berperang dalam merebut hidup yang kekal. Meski kita tahu bahwa keselamatan itu anugerah adalah pemberian cuma-cuma namun bukan berarti kita pasif saja tanpa gairah dalam ber Tuhan.
Maka kita perlu menyambut anugerah Tuhan dengan mengerjakan keselamatan kita sebagai tanda sukacita bahwa kita sudah diselamatkan. Sebab tanpa pertandingan dan perjuangan, tentu keselamatan kita perlu dipertanyakan? Benarkah kita sungguh-sungguh sudah diselamatkan? Karena orang yang sudah diselamatkan pastinya aktif dan berjuang dalam keselamatan bukan berdiam diri. Peperangan diperlukan agar iman kita semakin maju, bertumbuh, teguh dan berakar kuat di dalam Kristus dan berbuah. Orang bisa saja dibaptis digereja, menikah digereja, melayani di gereja, dikubur oleh pelayanan gereja dan menyebut diri sebagai orang Kristen yang setia dan lama namun tanpa adanya peperangan rohani melawan segala kedagingan (penyangkalan diri), pikul salib dalam pelayanan dan setia ikut Yesus hingga akhir maka semuanya nothing.
Maka peperangan multak diperlukan, tidak ada kata netral atau kompromi dalam masalah ini. Kita tidak mempunyai pilihan. Berdamai dengan dunia, daging, iblis dan dosa berarti kita melawan Allah dan menjadi musuh Allah. Bila ikut Tuhan Tuhan, ikutlah Dia dengan sungguh-sungguh hingga kematian itu tiba. Kalau A maka A dan kalau B maka B, tidak ada warna abu-abu dalam kekristenan. Kita harus berperang atau kita terhilang dan terbuang.
Peperangan ini berlangsung seumur hidup kita hingga kita dipanggil oleh Tuhan. Musuh ini harus kita lawan setiap hari, jika kita ingin merebut kemenangan. Musuh-musuh kita tidak pernah libur, tidak pernah letih dan tertidur. Ia selalu mengintai. Maka kita harus terus berjaga-jaga dan waspada. “Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-ngaum dan mencari orang yang ditelannya. Lawanlah dia dengan iman yang teguh…(1Ptr.5:8-9).
Kekuatan kita melawan dosa, dunia dan iblis adalah karena iman yang bersandarkan pada Tuhan Yesus Kristus dan firman-Nya, tanpa itu mustahil kita kuat dan menang. Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia. 1 Korintus 15:57-58. Amin.
Renungan oleh Nikodemus Rindin



