Saudara-saudari, minggu lalu kita telah belajar bahwa Yesus memiliki keutamaan atas segala sesuatu karena Dia adalah Allah Sang Pencipta. Kita melihat kuasa Yesus yang luar biasa dalam karya penciptaan dengan memperhatikan besarnya alam semesta serta kompleksitas dan rancangan menakjubkan dari bumi dan manusia. Tidak mungkin manusia di dunia ini merupakan hasil kebetulan tanpa arah. Keberadaan manusia menunjukkan adanya rancangan yang sangat luar biasa, dan ini menunjuk kepada Sang Perancang dan Pencipta AgungâYesus, Pribadi kedua dari Tritunggal.
Namun, kita juga mengetahui bahwa ciptaan lama ini telah rusak; ia jatuh ke dalam dosa. Dosa telah mengutuk dan merusak ciptaan Allah secara permanen. Bahkan binatang pun tidak tunduk kepada manusia. Sekarang ada penyakit, kematian, dan pemberontakan terhadap Allah. Manusia terpisah dari Allah dan memusuhi Allah. Kita pun mengalami konflik satu sama lain. Mungkin saudara minggu ini mengalami konflik dengan seseorangâdi rumah atau di tempat kerja.
Seluruh alam semesta telah rusak oleh pemberontakan malaikat-malaikat yang jatuh dan manusia. Tetapi para pemberontak ini tidak akan menang. Allah akan menang. Allah Mahakuasa. Dia berdaulat dan memegang kendali atas segala sesuatu. Para pemberontak ini bertanggung jawab atas dosa-dosa mereka, tetapi mereka tidak mengejutkan Allah. Allah mengizinkannya, dan akhirnya Ia akan menang atas kejahatan.
Dalam Yesaya 46:10, Allah berkata bahwa Ia âmenyatakan dari mulanya hal yang kemudian dan dari zaman purbakala apa yang belum terlaksana, firman-Nya: Keputusan-Ku akan sampai, dan segala kehendak-Ku akan Kulakukan.â (TB2)
Allah Mahakuasa. Tidak ada pemberontakan oleh makhluk kecil yang Ia ciptakan yang dapat mengalahkan Dia. Pada akhirnya, Allah akan menang dan mengalahkan para malaikat dan manusia yang memberontak dengan menciptakan kembali alam semesta melalui pengutusan Anak-Nya, Yesus, untuk menghancurkan pekerjaan Iblis dan menebus umat manusia yang baru dalam Yesus bagi Allah.
Allah dari Ciptaan Baru (ayat 18â23)
Yesus menciptakan umat manusia yang baru: gereja (ayat 18)
Melalui kematian dan kebangkitan Yesus, Ia mulai memulihkan dunia dengan menciptakan suatu umat baru yang ditebusâumat yang akan menyembah dan mengasihi Allah dalam roh dan kebenaran.
Umat tebusan yang baru ini disebut tubuh Kristus, yaitu gereja.
Setiap orang percaya adalah ciptaan baru. Ketika seseorang sungguh-sungguh percaya kepada Yesus sebagai Juruselamat dan Tuhan, Roh Kudus langsung diberikan kepadanya. Roh Kudus memberikan hati yang baru, hati yang telah dilahirbarukan. Inilah janji Perjanjian Baru yang dimulai ketika Yesus mati dan bangkit dari kematian.
Dalam 2 Korintus 5:17 tertulis bahwa di dalam Kristus kita adalah ciptaan baru; yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. Dosa tidak lagi berkuasa mutlak atas hati orang percaya. Roh Kudus telah memberikan hati yang baru yang mampu mengalahkan kuasa dosa, mengasihi Allah, dan menaati Dia.
Umat percaya yang baru ini sekarang berada di berbagai belahan dunia dan bersama-sama disebut gereja universal, tubuh Kristus. Gospel Grace adalah persekutuan lokal dari gereja sejati yang universal ini.
Yesus adalah kepala dari semua gereja di dunia, termasuk Gospel Grace. Para pendeta bukan kepala gereja; Yesuslah kepala gereja. Para pendeta dan penatua bukan pemilik umat Tuhan, tetapi mereka seperti gembala-gembala kecilâseperti manajerâyang ditunjuk oleh Yesus untuk memimpin dan menggembalakan umat-Nya. Yesus adalah kepala gereja.
Dia adalah yang sulung, artinya Pemimpin dan Kepala dari gereja.
Dia juga adalah yang pertama bangkit dari kematian dengan tubuh baru yang sempurna untuk umat manusia yang baru.
Memang Yesus pernah membangkitkan orang mati, tetapi tidak seorang pun dari mereka memiliki tubuh seperti tubuh baru yang akan dimiliki umat manusia yang baru. Tubuh ini adalah tubuh yang sempurna dan tidak dapat binasa.
Yesuslah yang pertama memiliki tubuh semacam ini. Ia adalah Bapa, Kepala, dan Pemimpin umat manusia yang baru.
Ketika Yesus datang kembali, semua orang percaya akan menerima tubuh yang sempurna dan tidak dapat binasa seperti tubuh-Nya. Kita akan menjadi sempurnaâbaik tubuh maupun jiwa. Kita tidak akan memiliki dosa lagi.
Karena Yesus menciptakan umat manusia yang baru, Ia memiliki keutamaan atas ciptaan baru, yaitu gereja. Ia bukan hanya berkuasa atas ciptaan lama, tetapi juga atas ciptaan baru.
Yesus adalah Allah yang menjadi manusia (ayat 19)
Bagaimana mungkin Yesus memulai ciptaan baru ini?
Ayat 19 mengatakan bahwa seluruh kepenuhan Allah berdiam secara jasmani di dalam Dia. Artinya, Ia sepenuhnya Allah yang mengambil rupa manusia. Ia 100% Allah dan 100% manusia.
Hanya Juruselamat yang sekaligus ilahi dan manusia yang dapat menciptakan ciptaan baru.
Juruselamat dunia haruslah manusia. Adam, nenek moyang manusia, telah berdosa dan membuat seluruh umat manusia berdosa dan memiliki natur dosa. Karena itu, umat manusia yang baru membutuhkan seorang Juruselamat yang adalah manusia sempurna untuk memenuhi kebenaran manusia yang sempurna dan memberikannya kepada kita agar kita berkenan di hadapan Allah.
Roma 5:19 mengatakan, âKarena, sama seperti melalui ketidaktaatan satu orang semua orang telah menjadi orang berdosa, demikian juga melalui ketaatan satu orang semua orang menjadi orang benar.â (TB2)
Kita tidak memiliki ketaatan manusia yang sempurna karena dosa Adam, tetapi Yesus taat sepenuhnya dan kebenaran-Nya dapat diberikan kepada kita.
Juruselamat juga harus menjadi manusia agar Ia dapat mati menggantikan kita dan memuaskan keadilan Allah. Jika Ia hanya ilahi, Ia tidak dapat mati. Allah tidak dapat mati. Hanya manusia yang dapat mati.
Namun Juruselamat yang sempurna juga harus ilahi agar Ia sanggup menyelamatkan orang berdosa dan memulai ciptaan baru.
Pertama, dosa adalah pelanggaran terhadap Allah yang mahakudus. Karena itu, korban penghapus dosa harus memiliki nilai yang tak terbatas. Hanya Allah yang dapat memberikan korban yang bernilai kekal dan mencukupi bagi dosa seluruh umat manusia sepanjang masa.
Kedua, agar korban itu diterima, ia harus sempurnaâtanpa cacat dan tanpa dosa. Hanya Allah yang memiliki kekudusan sempurna dan kuasa untuk hidup tanpa dosa meskipun dicobai sebagai manusia.
Yesus dapat menyelamatkan kita karena Ia adalah 100% Allah yang mengambil 100% natur manusia dan berdiam dalam tubuh manusia.
Banyak orang bertanya, bagaimana mungkin Yesus 100% Allah dan 100% manusia? Bukankah seharusnya 50% Allah dan 50% manusia?
Inkarnasi adalah misteri. Kita tidak dapat memahaminya sepenuhnya, tetapi kita dapat memahami sebagian.
Untuk membantu saudara memahami bagaimana Pribadi kedua Tritunggal dapat mengambil natur manusia dan tetap 100% Allah serta 100% manusia, mari gunakan ilustrasi seseorang yang masuk ke dalam robot.
Ada sebuah kompetisi robot tempur, di mana seorang manusia masuk ke dalam tubuh robot dan mengendalikannya dari dalam.
Mari kita bayangkan.
Ketika seorang manusia memasuki robot raksasa, orang itu âmengambilâ natur robot itu, secara analogi.
Ia tidak menjadi 50% manusia dan 50% robot. Ia tetap 100% manusia, dan ia juga mengoperasikan robot secara penuh.
Personanya diekspresikan melalui natur robot tersebut.
Ia bergerak seperti robot, berbicara melalui pengeras suara robot, dan merasakan benturan ketika robot tersebut jatuh.
Inkarnasi Yesus secara analogi mirip demikian. Ketika Yesus memasuki tubuh manusia, Ia 100% Allah dan 100% manusia. Ia tidak menjadi 50% Allah dan 50% manusia.
Ketika tubuh manusia-Nya dipukul atau jatuh, Pribadi Yesus merasakan pukulan dan jatuh itu.
Jika manusia dapat menciptakan robot dan masuk ke dalamnya, mustahilkah Allah masuk ke dalam tubuh manusia yang Ia ciptakan?
Tentu tidak mustahil, meskipun kita tidak dapat memahami sepenuhnya.
Natur manusia jauh lebih kompleks daripada robot.
Saya tidak bermaksud menjelaskan seluruh misteri inkarnasi melalui ilustrasi ini.
Tetapi saya berharap ilustrasi ini menolong saudara memahami inkarnasi dengan lebih baik.
Alkitab jelas mengajarkan bahwa Pribadi kedua Tritunggal, Allah Anak, mengambil natur manusia dan disebut Yesus. Ia sepenuhnya Allah dan sepenuhnya manusia.
Yesus akan menciptakan dunia yang baru (ayat 20)
Bukan hanya Yesus menciptakan umat manusia yang baru, Ia juga akan menciptakan kembali seluruh alam semesta. Dunia ini telah dirusak oleh Iblis dan dosa. Ada kematian, penyakit, bencana alam, dan konflik dengan dunia binatang. Namun Yesus akan menghancurkan pekerjaan Iblis dan memulihkan seluruh ciptaanâbaik di bumi maupun di surga.
Ayat 20 mengatakan bahwa Ia akan mendamaikan segala sesuatu, baik yang di bumi maupun yang di surga. Ayat ini tidak mengajarkan keselamatan universal. Hal ini jelas bertentangan dengan ayat 23 yang menyatakan bahwa hanya mereka yang tetap dalam iman yang akan mewarisi dunia yang diperdamaikan. Alkitab juga mengajarkan di banyak bagian bahwa pendamaian hanya berlaku bagi mereka yang percaya kepada Yesus.
Pendamaian yang dimaksud Paulus adalah pemulihan harmoni antara bumi dan surga yang telah rusak oleh Iblis dan dosa. Seluruh ciptaan sekarang mengeluh dalam kesakitan, tetapi Yesus akan memulihkan harmoni sempurna bagi ciptaan-Nya, baik di alam duniawi maupun surgawi.
Semua ini akan terjadi ketika Yesus kembali. Kitab Wahyu 20â22 menjelaskan bahwa ketika Ia datang ke dunia, Ia akan memulai kerajaan seribu tahun, lalu kemudian menciptakan langit dan bumi yang baru. Dalam langit dan bumi yang baru, Allah akan menciptakan kembali seluruh alam semesta. Tidak ada lagi orang berdosa. Seluruh umat Allah akan hidup di bumi dan langit baru yang telah diperbarui. Tidak akan ada air mata dan penderitaan lagi.
Inilah kuasa dan kasih karunia Yesus. Ia bukan hanya Allah Pencipta, tetapi Allah dari ciptaan baru. Ciptaan baru-Nya dimulai dari kitaâumat manusia baru yang akan menyembah Dia dengan sepenuh hati dan tubuh. Ciptaan-Nya akan diselesaikan secara penuh ketika Yesus datang kembali, sesuai nubuat Alkitab.
Yesus layak menerima seluruh penyembahan dan pengabdian kita.
Tetaplah Tinggal dalam Keutamaan Yesus (ayat 21â23)
Setelah Paulus menjelaskan bahwa Yesus memiliki keutamaan atas ciptaan lama dan ciptaan baru, ia mengingatkan jemaat Kolose bagaimana Yesus menjadikan mereka ciptaan baru.
Sebelum mereka menjadi ciptaan baru, mereka adalah bagian dari ciptaan lama yang jatuh dalam dosa.
Ayat 21 mengatakan bahwa mereka dahulu terasing dan memusuhi Allah dalam pikiran serta melakukan perbuatan-perbuatan jahat. Bukan hanya merekaâkita pun demikian. Kita semua dahulu adalah musuh Allah karena nilai, pikiran, perasaan, dan tindakan kita bertentangan dengan nilai dan kebenaran-Nya.
Tetapi ayat 22 mengatakan bahwa Allah telah mendamaikan kita melalui kematian tubuh jasmani Kristus, sehingga kita dapat hadir di hadapan Allah sebagai orang yang kudus, tak bercela, dan tak bercacat.
Kita telah menjadi ciptaan baru di dalam Yesus.
Sambil menantikan Yesus datang kembali dan menciptakan kembali alam semesta, kita harus tetap bertekun dalam iman. Itulah sebabnya ayat 23 memberi peringatan agar kita tidak menyimpang dari iman kepada Yesus.
Meskipun kita sudah diselamatkan dan Roh Kudus tinggal dalam diri kita, kita masih bergumul dengan dosa. Kuasa dosa tidak lagi menguasai kita, tetapi kehadiran dosa masih ada. Karena itu kita harus terus berjuang melawan dosa.
Untuk mendorong kita berjuang dan tetap setia kepada Yesus, Paulus menasihatkan agar kita terus bertekun dalam iman, berpegang teguh, dan tidak bergeser dari pengharapan Injil. Jangan lupa akan pengharapan kita terhadap kedatangan Yesus.
Setelah diselamatkan, kita tidak boleh malas dan kembali kepada cara hidup lama yang berdosa. Kita harus tetap setia kepada Yesus.
Benar bahwa Allah yang menyelamatkan dan memelihara kita hingga akhir. Namun orang percaya juga bertanggung jawab untuk menjalankan iman mereka.
Iman sejati itu aktif, bukan pasif.
Iman bukanlah sebuah peristiwa sesaatâiman adalah gaya hidup. Kita tidak dapat menjadikan Yesus sebagai Tuhan hanya pada hari Minggu, lalu sepanjang minggu kita menjadikan diri kita sebagai tuannya.
Iman sejati bekerja sama dengan Allah untuk bertumbuh dan menjaga iman kita.
Kita perlu terus membaca firman Tuhan dan berdoa agar iman kita bertumbuh dan semakin kuat.
Ketika kita dicobai untuk berbuat dosa, kita perlu berdoa meminta pertolongan Tuhan. Ia setia dan akan selalu menjawab doa kita ketika kita meminta pertolongan rohani.
Orang percaya sejati bisa menjadi lemah dan bahkan menyangkal Yesusâseperti Petrus pernah lakukan.
Tetapi orang percaya sejati pada akhirnya akan bertobat dan kembali kepada Yesusâseperti yang dilakukan Petrus.
Peringatan dalam ayat 23 diberikan untuk menolong orang percaya bertobat dan kembali kepada Yesus.
Kesimpulan
Saudara-saudara, ketika saudara dicobai untuk menyangkal Yesus dan menjauh dari Dia, ingatlah bahwa Yesus adalah Allah Pencipta dan Allah dari ciptaan baru. Dialah Penguasa alam semesta. Sangat bodoh jika kita menolak Dia.
Saya tahu ada banyak pencobaan yang dapat menyesatkan kita dari Yesus. Saya ingin menyinggung beberapa pencobaan tersebut agar kita tetap setia kepada-Nya.
Saya percaya pencobaan terbesar bagi banyak dari kita adalah mencintai nilai-nilai duniaâkenyamanan, kekayaan, citra diri, status, kesuksesanâlebih daripada Kristus. Pencobaan ini perlahan-lahan menggantikan keindahan Kristus dengan keindahan dunia yang sementara. Pencobaan ini membuat hati kita tumpul terhadap hal-hal rohani.
Kita dapat tergoda mengikuti guru-guru palsu hanya karena mereka karismatik, rupawan, memiliki gereja besar, dan tampak berhasil.
Mereka mengajar bahwa hidup ini bukan tentang menjadi serupa Kristus dan setia kepada-Nya, tetapi tentang bagaimana Allah ingin kita menjadi kaya sekarang.
Jangan tertipu oleh dosa seperti ini dan menjauh dari Yesus. Untuk menghindarinya, kita harus membiasakan diri melakukan pemeriksaan diri secara teratur. Lihat hati kita dan tanyakan: âDi mana hartaku?â Apakah pada Allah dan kemuliaan-Nya yang kekal? Atau pada hal-hal dunia yang kotor dan sementara?
Kita juga perlu membangun kebiasaan beribadah, bersyukur, dan memiliki perspektif kekekalan. Bersyukurlah atas apa yang kita miliki, bukan mengeluh tentang apa yang tidak kita miliki. Kita memiliki Kristus, kita memiliki saudara-saudara seiman, kita memiliki rumah kekal yang penuh kemuliaan di langit dan bumi yang baru.
Cara lain untuk melawan pencobaan ini adalah dengan mengelilingi diri kita dengan saudara seiman yang akan mengingatkan kita tentang hubungan kekal dan mulia dengan Allah.
Belum lama ini, seorang anggota keluarga saya meninggal dunia. Sangat menyedihkan karena ia sebenarnya dibesarkan dalam gereja, tetapi ketika dewasa ia menjauh dari Tuhan karena pencobaan uang, seks, dan kuasa. Sepanjang yang kami tahu, ia tidak pernah bertobat sebelum meninggal.
Ia tertipu oleh kenikmatan dosa yang sementara. Pada akhir hidupnya ia menjadi pribadi yang hancur dan kosong. Ia kehilangan hubungan dengan keluarganya dan dengan satu-satunya anaknya. Pada tahun terakhir hidupnya, wajahnya tampak kosong dan ia mengalami masalah mental yang serius. Ia meninggal sebagai pribadi yang hancur tanpa Yesus. Ia kehilangan harta kekal yang mulia di dalam Kristus karena ia mengejar kesenangan dosa yang sementara.
Saya berdoa agar hal seperti ini tidak terjadi pada siapa pun dari kita. Ingatlah bahwa Yesus begitu mulia dan layak disembah. Ia adalah Allah Pencipta dan Allah dari ciptaan baru. Tinggallah di dalam Yesus dan tetaplah setia kepada Dia dan firman-Nya, Alkitab.
Pengkhotbah: Ps. John Zheng

