Galatia 5:1-15
1Supaya kita sungguh-sungguh merdeka,
Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu, berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan.
2Sesungguhnya, aku, Paulus, berkata kepadamu: Jikalau kamu menyunatkan dirimu, Kristus sama sekali tidak akan berguna bagimu.
3Sekali lagi aku katakan kepada setiap orang yang menyunatkan dirinya bahwa ia wajib melakukan seluruh hukum Taurat. 4Kamu lepas dari Kristus, jikalau kamu mengharapkan pembenaran melalui hukum Taurat; kamu hidup di luar anugerah.
5Sebab oleh Roh, dan karena iman, kita menantikan pembenaran yang kita harapkan. 6Sebab bagi orang-orang yang ada di dalam Kristus Yesus hal bersunat atau tidak bersunat tidak mempunyai arti, hanya iman yang bekerja oleh kasih.
7Dahulu kamu berlomba dengan baik.
Siapa yang menghalang-halangi kamu, sehingga kamu tidak menuruti kebenaran lagi?
8Ajakan untuk tidak menurutinya lagi bukan datang dari Dia yang memanggil kamu. 9Sedikit ragi sudah membuat seluruh adonan mengembang.
10Dalam Tuhan aku yakin tentang kamu bahwa kamu tidak mempunyai pendirian lain dari ini. Tetapi orang yang mengacaukan kamu akan menanggung hukumannya, siapa pun juga dia.
11Dan lagi aku ini, Saudara-saudara, jikalau aku masih memberitakan sunat, mengapa aku masih dianiaya juga? Sebab kalau demikian, salib bukan batu sandungan lagi.
12Baiklah mereka yang menghasut kamu itu mengebirikan saja dirinya!
13Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih. 14Sebab seluruh hukum Taurat tercakup dalam satu firman ini, yaitu: “Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri!”
15Tetapi jikalau kamu saling menggigit dan saling menelan,
awaslah, supaya jangan kamu saling membinasakan.
# Saya, sebagai orang yang berasal dari negara yang tidak memiliki kisah kemerdekaan, rasa iri hati kadang-kadang dengan Indonesia, atau Amerika Serikat, yang sangat menghargai dan merayakan kemerdekaan.
Mungkin Saudara tahu bahwa negara Amerika Serikat terbentuk oleh orang-orang yang rindu merdeka dari campur tangan raja Inggris dalam agama, dan lama kelamaan, mereka menolak kuasanya sepenuhnya.
Penolakan ini mengakibatkan perang kemerdekaan yang berlangsung secara panas selama 6 tahun, lalu diselesaikan secara resmi setelah 2 tahun lagi.
Setelah ini rakyat Amerika perlu berjuang dengan pertanyaan “ya, kita sudah merdeka, tetapi apa yang akan kita lakukan sekarang? Undang-undang apa yang perlu kita terapkan?”
Untuk menjawab persoalan itu, 4 tahun setelah mereka merdeka, mereka mengadakan Mubes di Filadelfia untuk membahas pemerintahan dan undang-undang.
Satu tokoh yang pengaruhnya besar dalam proses ini bernama Doktor Benjamin Franklin. Peranya masih dielukan sampai sekarang.
Ada cerita tentang perannya di Mubes itu di mana ketika dia ke luar dari gedung setelah semuanya diputuskan dan seorang ibu bertanya kepadanya “Bagaimana pak Doktor, apakah kita maju sebagai monarki, atau republik?” Dan Benjamin Franklin menjawab “ada republik, kalau kamu bisa mempertahankannya.”
- Perangnya sudah lama dimenangkan,
- undang-undang kemerdekaan sudah disetujui,
- republik sudah diproklamasikan.
- Tuntas kan?
Tetapi mereka sangat perlu waspada terhadap hal-hal yang bisa merusakkan republik mereka.
Kita, sebagai orang percaya hidup dalam realitas yang mirip.
- Semuanya tuntas
- Kristus sudah menyelesaikan keselamatan kita
- Dia sudah mengalahkan musuh kita
- Allah sudah menyatakan kepada kita kehendak-Nya bagi kita sebagai orang-orang merdeka
- Roh Kudus diam di dalam kita, sehingga tidak ada yang tidak bisa kita lewati.
Pertanyaannya adalah apakah kita akan terus hidup sesuai dengan realitas itu, atau memberi diri diperhambakan lagi oleh Hukum Taurat, atau dosa.
Keselamatanmu tidak bisa hilang, tapi nikmatmu di dalamnya, sukacitamu di dalamnya bisa, sehingga orang bebas rasa seolah-olah dia masih budak.
Kita juga perlu memeriksa dasar keselamatan kita, apakah kita bersandar penuh kepada Yesus, atau mengandalkan perbuatan kita.
Dalam bagian ini kita akan melihat:
- Hakikat Kemerdekaan
- Pembelaan Kemerdekaan
- Respons Kemerdekaan
Sebelum kita mulai meneliti bagian ini, ada baiknya kalau kita memikirkan konteksnya.
Surat Galatia ini cukup menyedihkan, karena Paulus, dalam pelayanan misi pertama, datang kepada wilayah Galatia ini dan merintis beberapa gereja.
Kita melihat hal ini di Kisah Para Rasul 13-14, di mana dia memberitakan Injil di Antiokhia di Pisidia, Ikonium, Listra, Derbe – Itu provinsi Galatia. # Peta
Ini kampung halaman Timotius.
Di situ orang Yahudi menghasut supaya dia dilempari dengan batu sehingga dia dianggap mati. Akan tetapi dia sadar kembali dan terus melayani dan mengangkat penatua untuk setiap jemaat yang dirintis.
Baru setelah itu, dia kembali ke Antiokhia, yaitu gereja yang mengutus dia.
Nah, setelah dia ada di Antiokhia, dia mendengar kabar dari Galatia bahwa ada yang datang ke sana dan mengajar bahwa mereka harus taat kepada Hukum Taurat supaya selamat.
Ini cepat!
Dalam Kisah Para Rasul 15 para pemimpin gereja mula-mula memutuskan bahwa orang non-Yahudi tidak harus taat kepada Hukum Taurat untuk selamat, kecuali dalam hal yang mengganggu persekutuan dengan orang percaya latar belakang Yahudi.
Hasil sidang itu berupa surat, yang dibawa Paulus dan Silas ke gereja-gereja.
Surat itu tidak dikutip dalam surat Galatia, sehingga kebanyakan ahli percaya bahwa masalah di Galatia terjadi sebelum sidang di Yerusalem, yaitu hanya beberapa bulan setelah Paulus kembali dari wilayah Galatia!
Itu sebabnya dia berkata dalam 1:6-7:
Aku heran bahwa kamu begitu lekas berbalik dari Dia yang dalam anugerah Kristus telah memanggil kamu, dan mengikuti suatu injil lain, 7 yang sebenarnya bukan Injil. Hanya ada orang yang mengacaukan kamu dan yang bermaksud untuk memutarbalikkan Injil Kristus.
Dan dalam surat Galatia ini dia memberi banyak penjelasan yang menegaskan bahwa keselamatan:
- semata-mata oleh Anugerah,
- melalui iman
- dan bukan hasil ketaatan kepada Hukum Taurat.
Dan dalam pasal 5 ini dia memberi penjelasan terakhir tentang topik penting ini.
Mari kita lihat ayat 1.
- Hakikat Kemerdekaan (1-6)
1Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu, berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan.
Wow! Pernyataan ini luar biasa!
Kristus telah memerdekakan kita dan tujuan-Nya adalah supaya kita:
- Benar-benar bebas!
- Benar-benar tidak terbelenggu lagi!
- Sungguh lega, karena apa yang Dia buat bagi kita.
Timothy George berkata:
Di luar Yesus Kristus, keberadaan manusia dicirikan oleh perbudakan—perbudakan kepada hukum Taurat, perbudakan kepada unsur-unsur jahat yang menguasai dunia, perbudakan kepada dosa, kedagingan, dan Iblis.
Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia untuk menghancurkan kuasa para penguasa perbudakan ini. Sekarang Allah telah mengutus Roh-Nya ke dalam hati orang-orang percaya untuk membangkitkan mereka kepada kehidupan yang baru dan kebebasan di dalam Kristus.[1]
Renungkan hal ini.
Apakah kelegaan ini yang Saudara rasakan? Oleh karena Kristus saya sudah sungguh selamat dan yakin tentang masa depan. Dia yang melakukan hal itu.
Itulah Injil.
Sayangnya, seperti kita lihat, jemaat-jemaat di Galatia sudah mendengar hal yang bertentangan dengan kenyataan ini, yaitu Injil lain…
…Sehingga Paulus memberi perintah kepada mereka supaya mereka tidak izinkan ajaran itu mencuri sukacita mereka, menggoyahkan pengharapan mereka dan menghancurkan keyakinan mereka.
Berdirilah teguh!
Dia menggambarkan Hukum Taurat di sini sebagai kuk (Zugos – Kuk di sini, gandar di Kis.) dan menarik bahwa bahasa yang sama nanti muncul dalam sidang di Yerusalem, di mana Rasul Petrus berkata:
Kalau demikian, mengapa kamu mau mencobai Allah dengan meletakkan pada tengkuk murid-murid itu suatu gandar yang tidak dapat dipikul, baik oleh nenek moyang kita maupun oleh kita sendiri? 11Sebaliknya, kita percaya bahwa melalui anugerah Tuhan Yesus Kristus kita akan diselamatkan sama seperti mereka juga.” Kis. 15:10-11
Anggapan bahwa orang bisa selamat kalau dia taat kepada Hukum Taurat merupakan beban yang tidak dapat dipikul manusia. Tidak ada harapan!
Paulus menguraikan maksudnya di ayat 2-4:
2Sesungguhnya, aku, Paulus, berkata kepadamu: Jikalau kamu menyunatkan dirimu, Kristus sama sekali tidak akan berguna bagimu.
Ada beberapa detail yang penting kita perhatikan di sini:
Paulus bicara dengan sangat serius, menggunakan wibawanya sebagai rasul. Keseriusan topik ini akan dilihat di bawa juga, ketika dia menggunakan bahasa yang sangat tegas.
Keselamatan oleh anugerah dan melalui iman mencakup kebenaran Injil Jadi hal ini sangat penting!
Dalam bahasa Yunani klausa Jikalau kamu menyunatkan dirimu, atau jikalau kamu memberi dirimu disunatkan, bicara secara tidak pasti, sehingga kebanyakan tafsiran berkata bahwa jemaat, kemungkinan besar belum disunatkan.
Hal sunat ini sangat menarik, karena Paulus sama sekali tidak keberatan kalau orang Yahudi memberi diri disunatkan, karena sunat merupakan tanda perjanjian pada Abraham dan keturunannya.
Tidak lama kemudian Paulus sendiri akan menyunatkan salah satu dari mereka, yaitu Timotius.
Dia melakukan hal ini karena ibunya Timotius adalah orang Yahudi dan orang pasti tanya-tanya terus tentang hal itu kalau Timotius dibawa serta dalam pelayanan Paulus yang selalu mulai di rumah-rumah ibadat Yahudi.
Jadi itu bukan supaya Timotius lebih yakin tentang keselamatan, melainkan demi kelancaran pelayanan.
Kita melihat di pasal 2 dari Galatia bahwa Titus tidak perlu sunat, karena dia bukan orang Yahudi.
Jadi orang Yahudi boleh, tapi orang non-Yahudi tidak perlu.
Penting juga kalau kita memperhatikan bahwa rasul Paulus bicara tentang pengharapan masa depan.
Bisa dilihat dalam ayat 2 bahwa jika mereka memberi diri disunatkan bahwa Kristus tidak akan berguna bagi mereka. Ini tens masa depan menyangkut penghakiman terakhir.
Orang hanya memiliki dua pilihan.
Mengandalkan Kristus pada hari penghakiman, atau mengandalkan perbuatan baik.
Tidak ada pilihan lain.
Bahkan kalau orang hanya mau campurkan sedikit perbuatan baik dengan keyakinan keselamatan, Paulus menolak.
3Sekali lagi aku katakan kepada setiap orang yang menyunatkan dirinya bahwa ia wajib melakukan seluruh hukum Taurat. 4Kamu lepas dari Kristus, jikalau kamu mengharapkan pembenaran melalui hukum Taurat; kamu hidup di luar anugerah.
Ini tegas. Kalau orang mengandalkan perbuatan baik, dia wajib menjadi sempurna.
Dia tidak boleh menjadi puas karena dia taat dalam satu hal.
Kalau dia mengandalkan ketaatannya sebagai jalan keselamatan, dia harus mentaati semuanya.
Dan Paulus berkata dengan lebih tegas lagi bahwa orang ini tidak boleh berharap kepada Kristus, kalau dia berharap kepada ketaatan.
Dia sudah terlepas dari Kristus.
Kalau dia berharap bahwa dia akan dibenarkan di hari penghakiman karena perbuatan baik, dia pasti binasa, karena dia sudah menolak kasih karunia sebagai sumber keselamatan.
Ada yang menggunakan ayat-ayat ini sebagai bukti bahwa orang bisa kehilangan keselamatan. Tetapi ada satu detail yang penting dilihat:
Kata lepas dan juga kata yang diterjemahkan hidup di luar, bersifat lampau.
Kalau orang menolak Kristus sebagai jalan keselamatan satu-satunya, itu menyatakan keadaannya dari dulu.
Keselamatan terdapat:
- hanya karena Kristus,
- hanya oleh anugerah
- dan hanya melalui iman saja
- dan kalau tidak seperti itu, tidak ada harapan sama sekali di hari penghakiman.
Lalu dia menegaskan hal yang sama secara positif:
5Sebab oleh Roh, dan karena iman, kita menantikan pembenaran yang kita harapkan. 6Sebab bagi orang-orang yang ada di dalam Kristus Yesus hal bersunat atau tidak bersunat tidak mempunyai arti, hanya iman yang bekerja oleh kasih.
Yang tidak menonjol dalam TB adalah kata kita di sini ditaruh di muka kalimat, yang memberi tekanan.
Paulus yakin mengenai mereka.
Dia hanya mau memperingati mereka supaya jangan ada orang yang salah pilih jalan keselamatan.
- Roh Kudus yang membuka hati kita sehingga kita bisa percaya kepada Yesus
- dan kalau kita sudah percaya, kita sudah benar di hadapan Allah
- dan kita boleh yakin juga bahwa pada hari penghakiman Tuhan akan menyampaikan proklamasi bahwa kita benar.
Melalui iman, bukan perbuatan. Dan iman itu menjadi sumber dari kasih persaudaraan.
BIS lebih jelas:
Yang penting hanyalah percaya kepada Kristus, dan itu nyata dalam kasih kita kepada orang lain.
Soal kasih ini diuraikan di bawah.
- Pembelaan Kemerdekaan (7-12)
7Dahulu kamu berlomba dengan baik.
Siapa yang menghalang-halangi kamu,
sehingga kamu tidak menuruti kebenaran lagi?
8Ajakan untuk tidak menurutinya lagi bukan datang dari Dia yang memanggil kamu.
9Sedikit ragi sudah membuat seluruh adonan mengembang.
Paulus ada bersama mereka hanya sedikit waktu sebelum surat ini. Dia tahu bahwa mereka berlomba dengan baik, yaitu bahwa mereka sudah percaya dan sedang bertumbuh dalam iman mereka.
Dia melukiskan jemaat sebagai orang yang sedang berlari kencang dalam perlombaan, tetapi tiba-tiba ada yang curang. (Harfiah) Dia potong jalan mereka dan menghalang jalan ke depan.
Ini kiasan, karena orang yang memotong jalan mereka mau memotong tubuh mereka
Paulus bertanya: Siapa? Dia belum mengenal orangnya. Kita melihat perkataan yang mirip di pasal 3:1. Tegas juga:
Hai orang-orang Galatia yang bodoh, siapa yang telah mempesona kamu? Bukankah Yesus Kristus yang disalibkan itu telah dilukiskan dengan terang di depanmu?
Perhatikan bahwa Paulus tidak mencari nama dan alamat orang itu. Dia mengajar jemaat, supaya mereka berdiri teguh dalam iman mereka kepada Kristus.
Seorang pemimpin harus berani menyebut apa yang salah dan mengajar apa yang benar! Supaya orang yang berupaya menyesatkan ditolak oleh jemaat.
Tidak mungkin kita selalu tahu apa yang didengar orang, tetapi kalau kita mengajar dengan baik mereka aman.
Ternyata orang ini cukup mengesankan.
Kata ajakan di sini berarti pengaruh yang meyakinkan. TL menyebutnya bujukan.
Biasanya pengajar sesat seperti itu. Mengesankan, meyakinkan, tetapi salah!
Lihat kata Paulus: Ay 7, Ajaran orang itu bukanlah jalan yang benar…
Di ay. 8, Juga dikatakan bahwa ajaran itu tidak berasal dari Allah, yang memanggil mereka.
- Mengesankan, tapi salah.
- Meyakinkan, tapi sangat berbahaya.
Paulus juga memperingati mereka karena ajaran sesat mudah tersebar, seperti ragi dalam adonan.
Kalau pemimpin jemaat pasif, atau tidak berani mengoreksi ajaran yang salah, ajaran itu akan menular.
Bahaya!
Tetapi, puji Tuhan, walaupun bahasanya tajam, dia masih yakin tentang mereka.
Dia hanya tidak mau supaya ada yang disesatkan, atau Injil yang mereka beritakan keliru.
10Dalam Tuhan aku yakin tentang kamu
bahwa kamu tidak mempunyai pendirian lain dari ini.
Jelas kan?
Dia buat kiasan lagi, karena kata peitho ini digunakan 2 kali. Katanya “mereka mau meyakinkan kamu, tetapi saya yakin tentang kamu.”
Dia yakin,
- bukan karena dia mampu memperbaiki situasi ini,
- bukan juga karena orang Galatia baik.
- Dia yakin di dalam Tuhan,
- bahwa Dialah yang mampu memelihara umat-Nya
- dan menerangi pikiran mereka supaya mengerti kebenaran.
Bagaimana dengan nasib pengajar sesat itu?
Tetapi orang yang mengacaukan kamu akan menanggung hukumannya, siapa pun juga dia.
Ada topik-topik di mana kita tidak meragukan keselamatan orang. Banyak, sebenarnya.
Tetapi orang yang menambah perbuatan pada Injil, mengajar Injil yang palsu.
Itu bukan hal sepele.
Tentang orang ini, Paulus berkata di pasal 1 “terkutuklah Dia, terkutuklah dia!”
Ini serius! Jangan mendengarkan orang seperti itu!
Ternyata pengajar palsu ini juga berbohong, supaya mereka percaya dia
11Dan lagi aku ini, Saudara-saudara, jikalau aku masih memberitakan sunat, mengapa aku masih dianiaya juga? Sebab kalau demikian, salib bukan batu sandungan lagi.
Apa dustanya? Mereka berkata bahwa apa yang mereka ajarkan, juga diajarkan Paulus!
Ini dusta dan Paulus bereaksi!
12Baiklah mereka yang menghasut kamu itu mengebirikan saja dirinya!
Ini sindir ya.
Kalau mereka mau diselamatkan melalui sesuatu yang mereka potong, potong semuanya! Jangan setengah hati!
Tegas kan!
Kalau Paulus bicara dengan gaya itu berarti kelakuan mereka sangat serius.
Mereka menghasut umat Tuhan, menghancurkan keyakinan mereka, bahkan berbohong supaya apa yang mereka ajarkan diterima.
Walaupun kita perlu berhati-hati supaya tidak menggunakan bahasa yang tidak pantas, kita lihat di sini bahwa pengajar sesat tidak layak dihormati!
- Respons Kemerdekaan (13-15)
Seperti kita pernah lihat, persoalan banyak orang, termasuk pengajar sesat yang baru dibicarakan adalah, kalau orang diselamatkan hanya oleh anugerah, apa motivasinya untuk berbuat baik?
Sebenarnya itu pertanyaan yang baik, masalahnya solusi mereka yang salah, karena mereka berkata bahwa orang harus menambahkan perbuatan baik supaya masuk surga.
Tapi kita sudah lihat bahwa jawaban itu sesat.
Bagi Paulus, pikiran bahwa orang percaya bisa tetap saja bertekun dalam dosa, sangat tidak masuk akal.
Roma 6:1-2
1Jika demikian, apa yang hendak kita katakan? Bolehkah kita bertekun dalam dosa, supaya semakin bertambah anugerah itu? 2Sekali-kali tidak! Bukankah kita telah mati bagi dosa, bagaimanakah kita masih dapat hidup di dalamnya?
Kalau membaca terus di situ bisa dilihat bahwa motivasi kita untuk menolak dosa adalah karena kita sudah mati kepada dosa dan sudah diberi hidup yang baru dan kuasa baru dan oleh karena semuanya itu, kita tidak boleh memberi diri untuk diperhambakan oleh dosa lagi.
Dalam seluruh pasal 6 itu dia membuat kontras yang jelas di antara kehidupan kita dalam Kristus dan kehidupan lama:
- Dulu kita hamba dosa, yang akan dihakimi oleh Hukum Taurat – Tidak ada harapan.
- Tetapi sekarang, karena sudah selamat, kita hidup sebagai hamba kebenaran dan kita tidak akan dihakimi oleh Hukum Taurat
Jadi kemerdekaan kita di dalam Kristus tidak berarti bahwa kita boleh melakukan apa saja yang kita mau.
- Kita hamba Allah,
- hamba kebenaran,
- orang yang dibeli sehingga kita bukan lagi milik kita sendiri
- dan kita hidup untuk Dia, yang telah mati dan bangkit untuk menyelamatkan kita.
Dan hal ini yang kita lihat dalam ayat 13:
13Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka.
Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih.
Panggilan ini bicara mengenai keselamatan mereka dan kita melihat 2 tujuan keselamatan:
- Secara negatif: Mereka tidak boleh terus saja berbuat dosa
- Secara positif: Mereka perlu melayani satu sama lain dalam kasih.
Selalu seperti ini dalam Perjanjian Baru. Ada yang kita tanggalkan dan ada yang kita kenakan.
Kita masih bergumul dengan dosa, tetapi apabila kita berbuat dosa, kita mengakuinya, kita bertobat, kita berusaha untuk berhenti.
Ini satu tujuan dari keselamatan kita, supaya kita hidup makin lama, makin kudus.
Tujuan kedua dari keselamatan adalah supaya kita tidak hanya berhenti berbuat jahat, melainkan juga makin banyak berbuat baik.
Perhatikan bahwa perbuatan baik yang diperintahkan di sini adalah kasih yang diwujud-nyatakan dalam pelayanan satu sama lain. Kasih yang tidak hanya dirasakan, tetapi juga aktif.
Yang menarik adalah, kata yang diterjemahkan layanilah adalah douleuo, yang bersumber dalam kata doulos – Hamba/Budak.
Jadi, sebagai orang yang bebas dalam Kristus. Orang yang merdeka karena pelayanan-Nya, ketika Dia mati di kayu salib. Mari kita dengan sukarela melayani satu sama lain dengan rendah hati, sama seperti serang budak.
Teladan inilah yang kita terima dari Tuhan!
Hal inilah yang berkenan kepada Allah, apabila kita siap berkorban untuk saling membangun.
14Sebab seluruh hukum Taurat tercakup dalam satu firman ini, yaitu: “Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri!”
Dan Dia tegaskan di bawah bahwa kalau kita saling menghancurkan, itu kebalikan dari kasih tersebut dan sangat merusak.
15Tetapi jikalau kamu saling menggigit dan saling menelan, awaslah, supaya jangan kamu saling membinasakan.
Ini kiasan ya? Mereka bukan kanibal 😊.
Kebalikan dari pelayanan yang rendah hati, yang membangun saudara dalam Kristus adalah apabila kita saling menghancurkan dengan kata-kata kita.
Kata menggigit, menelan, membinasakan, sering digunakan tentang binatang yang saling menyerang dan makan.
Ini tegas!
Cara dia bicara di sini memberi kesan bahwa hal ini sedang terjadi di antara mereka, kemungkinan besar kara ajaran sesat itu. Mereka saling menghancurkan.
Itu mungkin berupa:
- Kata-kata tidak sopan satu sama lain
- Karena masalah doktrin, mungkin mereka saling mengkafirkan.
- Biasanya terjadi di belakang, di mana kita menghancurkan orang dengan gosip dan fitnah.
Semuanya ini menghancurkan Tubuh Kristus. Meremehkan orang yang dikasihi Yesus dan merusakkan kesaksian kita bersama, karena kita bertindak seolah-olah kita bukan orang percaya.
Hindarilah percakapan yang seperti itu
Dan hindarilah orang yang suka menjelekkan orang dari belakang.
Oleh karena Yesus, kita benar-benar merdeka.
- Merdeka dari perbudakan dosa
- Merdeka dari penghakiman dari Hukum Taurat
Dan kemerdekaan itu dianugerahkan kepada kita supaya kita:
- Menikmatinya
- Merasakannya
- Bersyukur karenanya
- Dan supaya kita menolak dosa yang mau memperhambakan kita
- Dan kita menganggap diri sebagai hamba sesama orang percaya, supaya dia dibangun dan tidak diruntuhkan.
Kemerdekaan sejati, yang sangat indah, sudah dianugerahkan kepada kita.
Mari kita mempertahankannya!
[1] Timothy George, Galatians, vol. 30, The New American Commentary (Nashville: Broadman & Holman Publishers, 1994), 354.
Pengkhotbah Pdt. Simon Pyatt



